Tasya dan Cita-Citanya


Perjalanan Tasya Dari Masa Anak-Anak Menuju Masa Dewasa Untuk Meraih Cita-Citanya🚀✨



Setiap orang pasti punya cita-cita. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, polisi, atau bahkan pilot. Aku sendiri sejak kecil punya impian sederhana tapi penuh makna, yaitu menjadi seorang pegawai kantor. Buat sebagian orang mungkin pekerjaan itu terlihat biasa saja, tapi bagiku, bekerja di kantor dengan seragam rapi, duduk di meja kerja, mengetik di komputer, dan mengurus berbagai administrasi adalah hal yang menarik dan membanggakan. Perjalanan meraih cita-cita ini tidak terjadi begitu saja. Ada banyak pengalaman yang membentukku sejak masa Taman Kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).




Foto diatas adalah foto saya waktu masih Taman Kanak-Kanak (TK), yaitu foto "Awal Dari Mimpi Yang Sederhana".
Di masa TK, aku hanyalah anak kecil yang penuh imajinasi. Setiap hari aku senang bermain peran bersama teman-teman. Ada yang jadi dokter, ada yang jadi guru, dan ada pula yang jadi pedagang. Aku sendiri sering berpura-pura jadi "pegawai kantor".  Aku mengambil kertas kosong lalu mencorat-coret seolah sedang menulis laporan penting. Aku juga suka menggunakan telepon mainan untuk pura-pura menerima telepon saat kerja. Waktu itu tentu aku belum benar-benar paham apa itu kantor dan bagaimana pekerjaan di dalamnya?, tetapi ada perasaan menyenangkan saat aku membayangkan jika duduk rapi di meja kerja dengan buku dan pulpen. Dan dari situlah benih cita-citaku mulai tumbuh.




Foto diatas adalah foto saya waktu masih Madrasah Ibtidaiyah (MI), yaitu foto masa saya waktu "Belajar Disiplin Dan Kerapian".
Ketika masuk MI, aku mulai belajar hal-hal yang lebih serius. Pelajaran menulis, berhitung, dan membaca. Aku paling suka pelajaran menulis dan menggambar karena bisa melatih kerapian tulisan dan gambaran. Aku ingat, guruku (bu lika) pernah memuji catatan tugasku karena tulisannya rapi dan gambaranku bagus, dari situ aku merasa percaya diri bahwa aku punya bakat untuk menjadi orang yang teliti. Selain itu, aku juga sering ditunjuk guru untuk mencatat siapa saja yang rame di kelas waktu ibu/bapak guru berhalangan tidak bisa masuk ke kelas. Walau kelihatannya sepele, aku merasa pengalaman itu melatih rasa tanggung jawab dan kedisiplinanku. Aku mulai menyadari bahwa bekerja di kantor juga membutuhkan orang yang disiplin, teliti, dan bisa diandalkan. Perlahan-lahan, keinginanku menjadi pegawai kantor semakin kuat.




Foto diatas adalah foto saya waktu masih Sekolah Menengah Pertama (SMP), yaitu foto waktu saya "Mengenal Dunia Administrasi".
Ketika memasuki SMP, aku mulai mendapatkan pengalaman yang lebih nyata. Di sekolah, aku mulai mengenal pelajaran komputer. Saat pertama kali belajar mengetik di Microsoft Word, aku merasa sangat senang. Rasanya seperti benar-benar menjadi pegawai kantor yang sedang membuat surat atau laporan. Aku juga belajar menggunakan Microsoft Excel untuk menghitung angka-angka. Walaupun awalnya sulit, aku berusaha sabar dan tekun sampai bisa. Selain itu, aku pernah dipercaya menjadi sekretaris kelas waktu kelas 7 dan 8. Tugasku mencatat pengumuman, membuat daftar piket, serta menulis laporan kegiatan. Dari situ aku belajar bahwa pekerjaan administrasi bukan hanya soal menulis, tetapi juga soal tanggung jawab dan keteraturan. Walau kadang capek karena banyak tugas sekolah, aku selalu mengingat cita-citaku. Aku percaya bahwa jika aku ingin sukses jadi pegawai kantor, aku harus terbiasa rapi, teratur, dan disiplin sejak sekarang.




Foto diatas adalah foto saya sekarang, yaitu foto ketika belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMK) yaitu "Langkah Saya Untuk Mewujudkan Cita-Cita" 
Setelah masa SMP, aku melanjutkan sekolah ke SMK Negeri 6 MALANG. Aku memilih jurusan Rekayasa Perangkat Lunak yang mirip dengan mimpiku, yaitu jurusan yang berhubungan dengan komputer. Di SMK inilah aku benar-benar belajar lebih banyak hal tentang dunia kantor. Aku belajar cara membuat dokumen, hingga cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Aku juga semakin mahir menggunakan komputer dan berbagai aplikasi perkantoran.Walaupun aku belum menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), aku sudah membayangkan bagaimana rasanya nanti berada di dunia kerja yang sebenarnya. Aku berharap suatu saat bisa ditempatkan di kantor yang sesuai dengan jurusanku, di mana aku bisa merasakan langsung suasana kerja kantor. Aku ingin datang setiap pagi dengan pakaian rapi, duduk di meja kerja, lalu membantu membuat dokumen dll. Mungkin awalnya aku akan merasa gugup, tetapi aku yakin pengalaman PKL akan menjadi langkah penting untuk semakin dekat dengan cita-citaku. Aku juga berharap PKL kelak bisa mengajarkanku banyak hal, seperti bagaimana cara membagi waktu dengan baik, berkomunikasi secara sopan dengan atasan maupun rekan kerja, serta bersikap profesional. Aku percaya, melalui PKL nanti, aku akan mendapat pengalaman berharga yang bisa menjadi bekal untuk meraih masa depan.




Foto diatas adalah foto saya dimasa depan, yaitu foto ketika saya benar-benar berprofesi menjadi "Pegawai Kantor"
Akhirnya, setelah melewati perjalanan panjang dari TK sampai SMK, serta berbagai pengalaman belajar dan berlatih, aku berhasil meraih cita-citaku. Kini aku resmi menjadi seorang pegawai kantor. Setiap pagi saya berangkat kerja dengan mengenakan pakaian rapi dan tersenyum penuh semangat. Sesampainya di kantor, saya duduk di meja kerja, menyalakan komputer, lalu mulai mengerjakan berbagai tugas administrasi. Saya membantu membuat surat, mencatat data penting, mengarsipkan dokumen, dan melayani kebutuhan administrasi orang lain. Pekerjaan ini menuntut ketelitian, kedisiplinan, dan kesabaran, tetapi saya menikmatinya. Semua ilmu yang saya pelajari sejak TK, MI, SMP, hingga SMK kini benar-benar terpakai. Mungkin nanti ada rasa lelah karena banyaknya pekerjaan, tetapi rasa bangga selalu mengalahkan rasa lelah itu. Saya merasa senang karena bisa bekerja sesuai cita-cita. Bagi saya, menjadi pegawai kantor bukan hanya sekadar pekerjaan, melainkan bukti bahwa impian sederhana yang saya bawa sejak kecil akhirnya menjadi nyata. Saya bersyukur bisa sampai di titik ini. Perjalanan panjang dari belajar menulis rapi, menjadi sekretaris kelas, belajar komputer, hingga mendalami di SMK, semuanya tidak sia-sia. Kini saya bisa membahagiakan orang tua, membanggakan diri sendiri, dan membuktikan bahwa kerja keras memang tidak pernah mengkhianati hasil.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Megathrus indonesia Talitha naila sabrina/23

NIA dan Cita-citanya

harapan dalam pertemanan awal